Masjid dan Gereja Menjadi Bangunan Bersejarah Di Lampung

Sejumlah bangunan bersejarah di Lampung cukuplah banyak. Tetapi, dalam tulisan ini, penulis ingin menuliskan beberapa yang saja yang berkaitan dengan bangunan sejarah berupa masjid. Apa saja bangunan sejarah dalam bentuk masjid di Bandar Lampung tersebut? Yuk simak berikut ini :


Bangunan Besejarah Religi Masjid Dan Geraja
Masjid merupakan salah satu bangunan paling sering dijumpai di negeri ini, di Bandar lampung pun masjid merupakan bangunan bersejarah diLampung dikenal di sana.

Pertama, Masjid Al Yaqin
Masjid ini terletak di jalan raden Bandar Lampung dan dinyatakan sebagai masjid tertua di kota lampung. Masjid ini dibangun pada tahun 1923 di pasar bawah. Masjid ini juga dibangun salah seorang perantau asal Bengkulu pada tahun 1912.
Sebagai masjid tertua, tentunya proses pemugaran pun dialami masjid ini. Pada tahun 1923 hingga tahun 1952 dan pada tahun 1963 serta tahun 1990 masjid ini resmi dipugar. Ingin mengetahui lebih jauh masjid ini. silakan ke Bandar lampung !

Kedua, Wisata Kedua yaitu Masjid Al-Abror
Masjid ini merupakan masjid tertua di Bandar Lampung. Masjid ini terletak di jalan pemuda dan merupakan salah satu dari basis laskar hisbullah dengan mengadopso gaya arsitektur timur tengah dan Eropa. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang cukup dikenal. Sudah tiga kali masjid ini direnovasi dan mendapatkan perbaikan, perbaikan pertama dimulai pada tahun 1972 dan kemudian tahun 1994 dan terakhir pada 1998. Sebagai masjid tertua tentu saja masjid ini memiliki sejumlah keunikan.



Nah, ternyata di lampung tidak hanya ada bangunan masjid. Tetapi juga terdapat gereja. Inilah bangunan gereja-gereja yang ada di Lampung.
Pertama, Gereja Marturia
Gereja ini merupakan salah salah satu gereja yang ternyata dibangun pada masa kolonial belanda dan hingga saat ini masih bertahan. Meskipun sedang direnovasi tetapi tanpa menghilangkan bentuk asli dari gereja tersebut. gereja ini berdiri di jalan imam bonjol, tepatnya yaitu di Pasar Bambu Kuning Tanjung Karang.

Kedua, Gereja Katedral Kristus Raja
Gereja ini merupakan salah satu gereja yang masuk wilayah formal. Yaitu bagian keuskupan Agung Palembang bersama Jambi dan Bengkulu. Gerejak ini terletak di jalan raden intan. Sayangnya, setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tanggal 19 Juni 1952 daerah ini memisahkan diri dari lampung dan menjadi bagian dari Tanjung Karang.

Sebagai bangunan sisa kolonial, di Bandar lampung tak hanya ada masjid dan gereja dan tempat ibadah umat lain, tetapi juga terdapat makam-makam bersejarah

Bangunan Religi Makam di Bandar
Berikut ini adalah bangunan bersejarah di Lampung yang terdiri dari makam orang berpengaruh di Bandar dan hingga saat ini masih bisa dikunjungi oleh masyarakat. Tentu saja nama-nama orang-orang yang terkubur di sini juga perlu dijaga dengan baik.
Pertama, Makam Tubagus Makhdum
Tubagus makhdum merupakan ulama. Beliau menyebarkan agama islam di kota Bandar lampung. Pada sekitar abada ke 18. Perlu diketahui juga. Makam tubagus Makhdum ini terletak di jalan Yos Sudarso dan pada tahun 1983, seorang pengusaha beragama Budha yang bernama Eng lan melakukan pemugaran terhadap makam tersebut.

Kedua, Makam Daeng H Muhammad Saleh
Makam Daeng H Muhmmad Saleh ini merupakan ulama. Beliau ditunjuk pemerintah kolonial belanda. Tugasnya untuk mengamankan telok betong pada tahun 1835. Di temani Ponakannya yang bernama Mohammad bin Alie, Daeng sukses menjalankan misinya dan belanda pun memberikan tanda jasa berupa sebilah pedang dari emas dan bintang emas kepada dirinya.