Bangunan Bersejarah di Surakarta

Surakarta atau Solo menjadi salah satu kota yang terkenal di provinsi Jawa Tengah. Surakarta identik dengan kebudayaan khas Jawa. Kota yang sudah berumur lebih dari 250 tahun ini mempunyai banyak bangunan bersejarah. Salah satu bangunan pokok yang banyak orang tahu adalah keraton kesunanan Surakarta sebagai kota dengan desain kota modern solo atau Surakarta memiliki tangul untuk menghindari kota ini dari luapan bengawan solo. Bangunan bersejarah di Surakarta seperti kawasan pasar gede, pasar kliwon, pasar Balong, perkampungan kauman batik, parmadi poetry, masjid agung keratin kasunanan Surakarta, gereja Katolik St. Petrus, gedung lowo, broederan poerbayan dan


  1. Kawasan pasar. Pasar gede dijadikan sebagai kawasan untuk kaum pendatang ada juga pasar Balong untuk pendatang Cina dan pasar Kliwon untuk pendatang orang Arab. Untuk orang peri bumi di Surakarta terdapat banyak tepat batik seperti kampung batik kauman dan kampung batik laweyan, kedua kampung batik tersebut telah dijadikan sebagai museum batik, kampung batik Kauman dan kampung batik laweyan menjadi sentral batik yang terkenal di kota Surakarta jika anda ingin mencari berbagai model batik maka kampung batik ini menjadi tempat wisata yang tepat. 
  2. Parmadi putri. Sesuai namanya bangunan ini digunakan untuk kerabat kasunanan putri menempuh pendidikan pada masa penjajahan. Dimana kita tahu bahwa pada masa penjajahan hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakan pendidikan salah satunya keluarga putri kerajaan untuk memfasilitasi proses pembelajaran Keraton kesunanan Surakarta membuat tempat khusus ini yang lokasinya tidak jauh dari bangunan Keraton. Saat ini kita masih bisa merasakan indahnya bangunan bersejarah di Surakarta.
  3. Pura mangkunegaran
    Merupakan tempat kediaman para Adipati Arya Mangkunegaran keluarga dari kasunanan Surakarta, bentuk bangunannya menyerupai keraton namun dengan bentuk yang lebih kecil dibuat dengan menggunakan kayu jati sebagai bahan utamanya. Lokasinya berada di Jalan Ronggowarsito.  
                 
  4. Masjid agung keraton kasunanan Surakarta. Menjadi bangunan yang merupakan saksi bisu penyebaran ajaran islam di kota Surakarta. Hingga saat ini masjid agung masih menjadi tepat wisata yang kental dengan unsur agamanya selain masjid juga terdapat bangunan bersejarah di Surakarta yang bercorak agama yaitu gereja Katolik St. Petrus  
       5. Gedung lowo. Bangunan gedung lowo pada mulanya digunakan untuk tempat tinggal bangsawan dan  pejabat Belanda namun setelah kemerdekaan bangunan yang terletak di Jl. Riyadi ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia yang selanjutnya oleh pemerintah digunakan untuk gedung veteran.
       6. Broederan Poerbaya. Bangunan ini dijadikan tepat untuk pendidikan suster dan buder pada masa penjajahan Belanda. Tempat ini menjadi tempat pendidikan sekaligus asrama bagi murid-muridnya saat ini tempat Broedran Poerbaya menjadi bangunan peninggalan kolonial Hindia Belanda yang unik dan menarik serta menjadi ban5v serta menjadi bangunan bersejarah di Surakarta



Surakarta memang terkenal sebagai kota budaya, bentuk kota modern juga tercermin dari kota ini. Bangunan bersejarah di Surakarta memang identik dengan keraton sebagai pusat dari pemerintahan pada masa itu. Oleh pemerintah kota Surakarta bangunan-bangunan tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang menawarkan keindahan tersendiri. Selain terkenal karena budaya dan sejarahnya kota Surakarta juga terkenal akan destinasi taman dan pusatnya belanja murah. Pasar kelewer terkenal bagi para pengrajin batik untuk menawarkan produknya. Bangunan bersejarah di Surakarta menjadi pilihan berwisata sejarah pada masa kolonial Hindia Belanda. Pemerintah kota telah mengupayakan dengan melakukan perawatan  berbagai peninggalan sejarah.