Bangunan Bersejarah di Aceh

Bangunan bersejarah di aceh memang sangatlah beragam. Aceh menjadi provinsi di Indonesia yang erat hubungannya dengan sejarah Islamnya sejak dahulu kala. Berkaitan dengan hal tersebut, bagi Anda dan keluarga yang mendambakan liburan sekalian dengan mempelajari sejarah Islam di Indonesia, Acehlah pilihannya. Tidak hanya itu, Anda bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di daerah Aceh Barat atau pun Aceh Selatan. Nah, untuk pembahasan kali ini, kami akan mengulas mengenai tempat-tempat wisata yang merupakan bangunan sejarah di kawasan Aceh Selatan. Oke, tidak perlu berlama-lama lagi, marilah baca ulasannya berikut di bawah ini ya.

Makam Teuku Raja Angkasah
Makan Teuku Raja Angkasah dapat dijadikan suatu destinasi saat Anda mengunjungi Aceh Selatan. Makam tersebut berlokasi di pinggir Sungai yakni Sungai Daya yang terletak di Desa Buket Gadeng. Lokasi ini kurang lebih delapan kilometer dari ibu kota kecamatan untuk Aceh Selatan yaitu Kota Bakongan. Teuku Raja Angkasah merupakan seorang pahlawan dari Aceh Selatan. Beliau telah gugur ketika berperang melawan Belanda pada tanggal 18 Desember 1925. Ketika masih terjadi peperangan, terdapatlah dua panglima yakni Panglima Idris dan Panglima Gadeng, mereka juga gugur karena tertembak dan terjadi tepat di depan mata sang pahlawan, Teuku Raja Angkasah.


 Al Qur’an Gadang
Tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Al Qur’an Gadang. Al Qur’an Gadang ini terletak di Desa Kampung Dalam yang masuk ke kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan. Nah, tulisan pada Al Qur’an Gadang tersebut telah ditulis oleh seseorang yaitu Datuk Sultan Palaca yang berasal dari daerah Pariaman Minangkabau. Mengenai berapa lama waktu untuk menulis Al Qur’an adalah dua tahun, dua bulan, dan dua hari. Beliau pun biasanya menulis tulisan pada Al Qur’an ketika selesai menunaikan sholat tahajjud hingga menjelang fajar. Penulisan Al Qur’an dimulai dari tanggal 8 Agustus 1937 dan selesai di tanggal 8 Agustus 1939.


 Masjid Tuo Pulo Kambing
Destinasi berikutnya yaitu Masjid Tuo Pulo Kambing. Masjid ini berlokasi di wilayah Desa Pulo Kambing, masuk kecamatan kluet utara. Umur Masjid Tuo Pulo Kambing kurang lebih berusia sembilan abad lebih. Hal itu dibuktikan bahwa bangunan masjid dibangun oleh ulama yakni Syech Muhammad Husin Al Fanjari bin Muhammad Al Fajri Kautsar pada tanggal 8 Agustus 1351. Keunikan dari masjid ini adalah adanya tulisan kaligrafi arab di tiang-tiang masjid yang mana tulisan tersebut mempunyai cerita mengenai sejarah kerajaan Islam di Aceh. Hal berikutnya adalah menurut sejarahnya bahwa tiang pertama di Masjid Tuo Pulo Kambing yakni kayunya dimabil dari hutan Ruak oleh salah seorang murid dari Syech Muhammad Husin Al Fanjari yaitu Syech Mutawali Al Fanshuri dengan tangan kosongnya sendiri. Pengambilan kayu di tanggal 5 Agustus 1351 Masehi. Kemudian, tiga hari berkutnya yaitu di tanggal 8 Agustus 1351, setelah tiang utama dipancangkan, masyarakat mulai bersama dan bergotoyong royong dalam membangun Masjid Tuo Pulo Kambing dengan arahan dari Syech Muhammad Husin Al Fanjari.


Dari penjelasan tersebut di atas mengenai beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi saat berada di Aceh Selatan seperti Makam Teuku Raja Angkasah, Al Qur’an Gadang, dan Masjid Tuo Pulo Kambing. Semoga dapat memberikan manfaat bagi Anda dalam menambah wawasan seputar banguan bersejarah di Aceh dengan keunikan sejarah Islam yang masih melekat.