3 BANGUNAN BERSEJARAH DI PONTIANAK YANG HARUS ANDA KETAHUI

Pontianak merupakan salah satu kota di Indonesia yang menyimpan banyak sekali bangunan – bangunan bersejarah. Bangunan – bangunan tersebut masih terjaga dengan apik dan menjadi tempat wisata yang sangat menarik. Berikut 3 bangunan bersejarah di Pontianak yang harus anda ketahui.


Keraton Kesultanan Kadriyah
Keraton Kesultanan Kadriyah merupakan salah satu bangunan bersejarah yang diobangun oleh Sultan pertama di Pontianak, yaitu Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie. Bangunan yang dibangun pada tahun 1771 ini dahulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak.

Keraton Kesultanan Kadriyah yang terletak di Kampung Beting ini menyimpan banyak sekali peninggalan – peninggalan sejarah yang mengagumkan. Peninggalan sejarah yang dapat kita lihat di bangunan yang memiliki luas 30 x 50 meter ini antara lain meja giok, singgasana, beberapa pakaian, keris dan juga meriam.
Aada cerita menarik mengenai merian yang terdapat di bangunan keraton terbesar di kalimantan Barat ini. Konon, meriam tersebut adalah meriam yang digunakan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie saat hendak membangun pemukiman di wilayah tersebut. Beliau menembakkan meriamnya, dan dimana peluru meriam tersebut jatuh maka disitulah ia akan membangun pemukiman.

Hal menarik lainnya dari Keraton Kesultanan Kadriyah ialah arsitekturnya. Arsitektur bangunan ini nampak cukup megah. Kayu belian yang dipilih untuk pondasi bangunan serta warna kuning yang mendominasi bangunan ini menjadi lambang mahsyurnya Kerajaan melayu.

Kompleks Makam Batu Layang
Makam Batu Layang merupakan lokasi bersejarah di Pontianak yang patut anda ketahui. Lokasi ini sendiri sebenarnya tempat pemakaman dari trah Kesultanan Pontianak. Sultan Pertama yaitu Sultan Syarief Abdurrachman Alqadrie, Sultan Hamid II, serta keluarga terdekat sultan dimakamkan di tempat ini. Tak heran makam batu Layang kerap dipadati oleh para peziarah, khususnya pada hari – hari besar agama islam.
Kompleks Makam Batu Layang merupakan salah satu warisan dari kesultanan Pontianak. Hal yang menarik ialah bahwa letak dari Kompleks Makam Batu Layang ini lurus dengan Keraton Kesultanan Kadriyah dan Masjid Sultan Abdurrahman. Jika ditarik garis lurus dari timur ke Barat memang lokasi dari ketiga aset kesultanan Pontianak ini berada dalam satu garis.
Kompleks Makam Batu Layang ini patut anda kunjungi jika anda ingin tahu lebih banyak mengenai sejarah dan riwayat Sultan – Sultan Pontianak. Anda pun bisa menyaksikan keindahan sungai Kapuas saat berada di Batu Layang.

Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa merupakan ikon dari kota Pontianak. Tugu yang dibangun pada tahun 1928 ini menjadi titik 0 derajat karena dilalui olh garis Kahtulistiwa. Tempat ini menjadi salah satu lokasi wisata favorit bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pontianak.
Tugu Khatulistiwa ini terbuat dari kayu belian. Terdapat 4 buah tonggak yang menjadi penopang utama. 2 penopang bagian depan memiliki tinggi 3,05 meter sedangkan sisanya memiliki tinggi 4,40 dari tanah.
Di Tugu Khatulistiwa juga terdapat anak panah yang menunjukkan arah utara dan selatan.  Juga terdapat keterangan berupa lingkaran bertuliskan EVENAAR yang berasal dari bahasa belanda. Evenaar sendriri berarti  Khatulistiwa. Lingkaran bertuliskan Evenaar tersebut menunjukkan garis khatulistiwa. Selain itu terdapat pula plat di bagian bawah panah yang menunjukkan bahwa garis khatulistiwa di Pontianak terletak di 109 derajat Bujur Timur.

Demikianlah sedikit penjelasan yang harus anda ketahui mengenai 3 bangunan bersejarah yang ada di kota Pontianak. Bangunan – bangunan tersebut harus kita jaga dan kita lestarikan agar anak cucu kita mengerti mengenai asal muasal budaya negaranya.