Rumah adat Maluku dan penjelasannya

Rumah adat Maluku dan penjelasannya ini akan menjawab keingin tahuan kalian mengenai rumah adat khas dari daerah Maluku. Membicarakan Maluku pasti erat kaitannya dengan Ambon. Nah, di Maluku ini terdapat rumah adat yang disebut dengan Rumah Adat Baileo. Sedikit mirip dengan maknanya, rumah adat baileo ini memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu Balai.

Jika dilihat dari maknanya maka dapat di ambil kesimpulan bahwa rumah adat ini bukan merupakan rumah hunian untuk warga setempat melainkan sebagai balai pertemuan untuk para masyarakatnya berkumpul dan bermusyawarah. Selain itu rumah adat Baileo ini juga difungsikan sebagai tempat diselenggarakannya berbagai upacara adat masyarakat setempat dan juga sebagai tempat menyimpan benda - benda pusaka dan senjata khas daerah setempat yang merupakan peninggalan dari para leluhur - leluhurnya.

 
Konsep Rumah Adat

Rumah adat Baileo ini memiliki konsep rumah panggung yang terbuka. Ketinggian rumah panggung Baileo ini sekitar 1 hingga 2 meter. Dan mengapa disebut sebagai terbuka? Itu karena rumah adat Baileo ini tidak memiliki sekat dinsing maupun jendela. Untuk material utama pembuaan rumah adat ini adalah kayu dengan atap yang ditutupi oleh daun rumbia. Tidak hanya itu saja, disekeliling rumah adat tersebut juga terdapat ornamen - ornamen menarik yang kaya akan makan filosofis dan magis yang dimiliki suku tersebut.

Filosofis Baileo

Rumah Adat Maluku dan penjelasannya selanjutnya adalah filosofi dari rumah adat Baileo yang memiliki konsep rumah panggung. Bangunan yang lebih tinggi dari permukaan tanah di maksudkan untuk menghargai para roh leluhur yang menurut mereka memiliki posisi atau derajat yang lebih tinggi daripada manusia. Selain itu juga dimaksudkan agar seluruh masyarakat menyadari bahwa musyawarah yang dulakukan di Baileo ini merupakan musyawarah yang dilakukan dari luar ke dalam dari bawah ke atas. Rumah yang berkonsep rumah panggung ini juga dimaksudkan agar rumah tersebut aman dari hewan - hewan liar dan hewan buas sehingga mereka tidak dapat memasuki rumah tersebut.

Seiring dengan perkembangan jaman dan mulai berkembangnya pikiran warga setempat, kini banyak Baileo yang sudah tidak menggunakan tiang penyangga dari kayu lagi. Melainkan menyangga dengan beton ataupun semen yang dianggap lebih kuat dan kokoh. Rumah adat dengan konsep terbuka ini dimaksudkan agar pada saat terjadi musyawarah, seluruh masyarakat mampu meilihat proses musyawarah tersebut sehingga tidak akan terjadi perpecahan karena ketidakterimaan terhadap suatu keputusan. Yang menjadikan rumah adat ini beda dengan yang lain sebenarna adalah pada bagian pintu utama yang terdapat batu pamali dan bilik pamali. Hal ini dimaksudkan sebagai penanda bahwa rumah tersebut bukanlah rumah hunian penduduk melainkan balai warga. Selain itu batu pamali ini juga sering digunakan sebagai tempat dimana masyarakat setempat menaruh sesaji untuk para roh leluhur mereka. Sedangkan untuk benda benda pusaka dan dianggap memiliki unsur magis yang kuat peninggalan para leluhur di;letakkan pada bagian bilik pamali.

Bagian - bagian rumah adat Baileo ini dipenuhi dengan ukiran - ukiran dan ornamen khas Maluku. Ukiran - ukiran tersebut pun disesuaikan dengan tempat dan masing - masing juga memiliki makna. Seperti contohnya pada bagian pintu utama terdapat ornamen ukiran yang berbentuk dua ekor ayam yang saling berhadapan dan dihimpit oleh anjing pada masing masing sisi kiri dan kanannya. Makna dari ukiran ini adalah keamanan, kedamaian, dan kemakmuran.
Nah itu tadi sekilas ulasan mengenai Rumah Adat Maluku dan penjelasannya.