Mengenal Sejarah dengan kembali ke Taman Prasasti Tanah Abang

Museum dijelaskan sebagai tempat atau gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran benda –benda yang patut menjadi perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni dan ilmu serta sebagai tempat penyimpanan barang kuno.


Museum ini memiliki beberapa tipe, berikut ini tipe –tipe museum yang ada :
1. Museum Arkeolog
2. Museum Seni
3. Museum Biografi
4. Museum Anak
5. Museum Universal
6. Museum Etimologi
7. Museum Rumah Bersejarah
8. Museum Sejarah
9. Museum Maritim
10. Museum Militer dan Perang

Di Indonesia sendiri, hampir di setiap pulau memiliki museum. Kali ini, kita berfokus pada museum di Ibukota. Ada banyak museum di Jakarta seperti Museum sejarah nasional, museum sumpah pemuda, museum wayang, museum tragedi 12 mei dan masih banyak lagi.


Kita coba kenali mengenai taman prasasti tanah abang atau yang lebih dikenal dengan Museum taman prasasti. Museum ini adalah salah satu cagar budaya peninggalan kolonial Belanda dan letaknya berada di jalan Tanah Abang No.1, Jakarta Pusat. Museum ini dibangun di atas tanah dengan luas 1, 2 hektar yang memiliki koleksi prasati kuno, serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta kereta jenazah antik.
Museum ini dahulunya adalah pemakaman Kebon Jahe Kober seluas 5,5 hektar dan dibangun pada tahun 1795 untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk. Makam baru ini menyimpan koleksi nisan dari tahun sebelumnya karena sebagian besar dipindahan ke Nieuw Hollandsche Kerk pada awal abad ke 19. Nisan yang dipindahkan ditandai dengan tulisan HK, Hollandsche Kerk. Hingga pada tanggal 9 Juli 1977 , pemakaman Kebon Jahe Kober dijadikan museum dan dibuka untuk umum dengan koleksi prasasti, nisan dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer dan perunggu.
Di museum taman prasasti tanah abang ini memiliki berbagai macam prasasti dari zaman Belanda dan juga makam beberapa tokoh Belanda, Inggris, Indonesia  juga Hindia Belanda seperti :
-     A. V. Michiels
Merupakan tokoh militer Belanda pada perang Buleleng.
-     Dr. H.F. Roll
Merupakan pendiri STOVIA atau sekolah kedokteran pada zaman pendudukan Belanda.
-    J.H.R. Kohler
Merupakan tokoh militer Belanda pada perang Aceh.
-    Olivia Marianne Raffles
Adalah istri Thomas Stamford Raffles, mantan Gubernur Hindia Belanda dan Singapura.
-    Kapitan Jas
Makamnya diyakini sebagian orang dapat memberikan kesuburan, keselamatan, kemakmuran dan kebahagiaan.
-    Miss Riboet
Merupakan tokoh opera pada tahun 1930-an.
-    Soe Hok Gie
Merupakan aktivis pergerakan mahasiswa pada tahun 1960-an.
Untuk menuju ke museum ini :
-    Dengan bus transjakarta,
Turun di halte Monas ( K1-14, bagian koridor 1 Blok M – Kota). Dari sana jalan sedikit sampai gedung Mahkamah Konstitusi, lalu ikuti jalan kecil di sampingnya. Cari Jl. Tanah Abang 1 dan ikuti jalan ini sampai tiba di gerbang museum.
-   Dengan angkutan biasa
Gunakan mikrolet M08 jurusan tanah abang – kota.
Bagi anda yang punya hobi travelling ,taman prasasti tanah abang ini bisa menjadi salah satu daftar untuk kunjungan anda ketika anda pergi ke ibukota. Meski pernah terdengar kabar tentang angkernya tempat tersebut, namun masih banyak pengunjung yang tetap terpukau melihat banyaknya koleksi prasasti, tuku, nisan dan makamnya.

Itulah salah satu museum di Jakarta yang dibuka mulai pukul 09.00 – 15.00 pada setiap hari selasa – minggu. Dengan harga tiket yang yaitu dewasa sekitar Rp 5.000 sedangkan untuk mahasiswa Rp 3.000 dan untuk pelajar atau anak-anak sekitar Rp 2.000.