Bangunan Bersejarah di Yogyakarta : Nostalgia Masa Lalu di Yogyakarta



Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah provinsi yang bertetangga dengan Provinsi Jawa Tengah. DI Yogyakarta ini merupakan penggabungan antara Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Kadipaten Pakualaman. Kedua daerah yang tergabung menjadi satu itu merupakan daerah yang dipimpin oleh dua bersaudara, yaitu Sultan Hamengkubuwono I dan Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengkubuwono II) jauh ketika masa kolonial di Indonesia.

Melirik kembali sejarah terbentuknya DI Yogyakarta yang beribukotakan Yogyakarta ini, dengan rentang waktu yang sudah cukup lama dan sistem kepemimpinan yang sampai sekarang masih dipimpin oleh Sultan, DI Yogyakarta atau yang sering dikenal dengan Yogya ini tentu memiliki banyak rekam jejak sejarah. Rekam sejarah itu dapat ditemui melalui beberapa hal, seperti budaya, pakaian, makanan, dan tentu saja bangunan.
Salah satu rekam sejarah yang dapat terlihat secara kasat mata adalah bangunan bersejarah di Yogyakarta

Dengan lestarinya bangunan bersejarah tersebut, segala hal mengenai apa-apa yang terjadi di masa lampau tidak akan luput oleh waktu. Adapun beberapa bangunan bersejarah di Yogyakarta yang akan ditemui adalah:

· Keraton Yogyakarta. Lengket dengan nuansa kerajaan, Yogyakarta menawarkan sebuah bangunan yang merupakan saksi sejarah, yaitu Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini merupakan istana resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dari Sultan Hamengkubowono I hingga Sultan yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DI Yogyakarta, Keraton ini masih dipergunakan sebagai tempat tinggal keluarga Sultan. Lebih dari itu, bahkan keluarga sultan pun masih menjalani tradisi kasultanan.


·  Stasiun Tugu, merupakan stasiun yang akan membawa imajinasi para pengunjung berkelana ke zaman Belanda. Stasiun terbesar di Yogyakarta ini pada mulanya ditujukan untuk transportasi penumpang dan hasil bumi di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan sejak tahun 1887. Kini, stasiun ini dijadikan sebagai gerbang bagi para wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta dengan menggunakan kereta api.


·  Kampung Pecinan Ketandan, sebuah lokasi yang bernuansa kental oriental dengan menawarkan sejumlah arsitektur serta kuliner ala Tionghoa. Jika Anda mengunjungi Yogyakarta, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Kampung Pecinan Ketandan yang berlokasi di Selatan Malioboro ini. Sambil menikmati nuansa kental Tionghoa, Anda juga bisa meluangkan waktu untuk mengisi perut di Toko Roti Djoen yang menjadi andalan di sini. Selain itu, setiap kali menjelang tahun baru Imlek, Kampung Pecinan Ketandan ini akan menyelenggarakan festival Pekan Budaya Tionghoa.


·  Pabrik Gula Madukismo, sebuah bangunan yang akan menawarkan pemandangan berupa bangunan tua, mesin-mesin tua, serta rel kereta api yang menjadi jalur bagi kereta pengangkut tebu. Dari Pabrik Gula Madukismo ini pula pengunjung akan dijelaskan mengenai proses pembuatan tebu menjadi gula. Jika Anda kebetulan berkunjung ke Yogya, bisa manfaatkan beberapa saat untuk menikmati wisata di Pabrik Gula Madukismo ini.


· Taman Sari, merupakan kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang didirikan oleh Sultan Hamengkubowono I dalam rangka menghormati para istri Sultan yang membantu dalam peperangan pada masanya. Di Taman sari, pengunjung dapat menyaksikan danau buatan dengan berbagai wewangian bunga yang digunakan sebagai pemandian istri-istri sultan pada zamannya.


Daerah Istimewa Yogyakarta atau disebut juga dengan Dhaerah Istimewa Ngayogyakarta, dengan budaya serta tatacara kepemimpinannya, juga berbagai bangunan bersejarah di Yogyakarta, memang menawarkan berbagai hal menarik bagi berpasang kaki untuk mengunjungi serta mengabadikannya dalam ingatan. Sejarah menjadi satu hal menawan yang ditawarkan Yogyakarta.