Bangunan Bersejarah di Jambi : Mengetahui Banguan Bersejarah Di Jambi

Banguan Bersejarah Di Jambi. Dari Sabang sampai Marauke tersebar banyak sekali bangunan bersejarah yang ada di seluruh daerah Indonesia. Kita harus mengenal bangunan bersejarah yang ada di negara kita sendiri. Untuk kamu yang suka traveling tidak ada salahnya jika mengunjungi bangunan bersejarah yang ada di tiap-tiap Provinsi. Di Pulau Sumatera juga menyimpan bangunan bersejarah yang tidak kalah dari Pulau Jawa. Tersebar hampir di setiap Provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Salah satunya adalah Provinsi Jambi. Untuk lebih mengenal bangunan bersejarah apa saja yang ada di Jambi, berikut ini adalah ulasan singkatnya.


Candi Muaro Jambi
Bangunan candi juga terdapat di Jambi. Candi Muaro Jambi sebagai situs bersejarah peninggalan kerajaan Malayu yang ada di Jambi. Jarak dari pusat kota Jambi menuju ke candi Muaro Jambi sekitar 26 km. Jaraknya yang cukup jauh dan letaknya yang cukup startegis tidak menulutkan para wisatawan yang ingin melihat bangunan Candi Muaro Jambi. Ada sebuah kolam di sekitaran komplek Candi. Kolam ini dinamakan dengan kolam Tegal Rejo. Dahulunya kolam ini digunakan sebagai tempat penampungan air. Dikarenakan ada beberapa bangunan di area candi yang kondisinya cukup memprihatinkan maka pemerintah kota Jambi melakukan pemugaran. Tempat yang dilakukan pemugaran ialah Candi Kembar, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Astono, Candi Gumpung I dan Candi Gumpung II.


Makam Rajo-Rajo
Makam Rajo-Rajo adalah sebuah pemakaman yang dimana menjadi tempat peristirahatan raja-raja Jambi. Makam ini berada di wilayah Kecamatan Telanaipura dimana menuju ke sana harus menempuh jarak sekitar empat kilometer dari pusat kota Jambi. Seperti namanya Makam Rajo-Rajo di tempat ini terdapat makam Sultan Mahmud Mahidin berserti isterinya R. Isah. Ada juga terdapat makam isteri Sultan Thaha Syafuidin dan juga Raden Matteher. Masih banyak lagi para raja Jambi yang di makamkan di Makam Rajo-Rajo.


 Kota Tua Batang Hari
Pernah mendengar istilah kota tua? Kota tua yang berada di Jambi letaknya di sekitar Jalan Linatas Sumatera Batanghari Jambi, yang dimana wilayah ini dikenal menjadi cikal bakal kota Tembesi. Kenapa di sebuat kota tua? Pada masa penjajahan Belanda terdahulu terdapat kota di Jambi yang di mana bangunannya bergaya Netherland. Sampai sekarang bangunan tersebut masih berdiri dan dapat di kunjungi. Namun dikarenakan beberapa sudut bangunan yang sedikit rusak maka pemerintah Jambi melakukan perbaikan di beberapa bangunan tersebut.


 Menara Air
Terlihat biasa saja mungkin. Namun, Menara Air ini merupakan tempat pertama kali pengibaran bendera merah putih pada tahun 1945 dimana pada saat Indonesia merdeka. Menara Air kurang lebih memiliki ketinggian sekitar 90 meter. Pada zaman dahulu Menara Air sering dimanfaatkan pihak Belanda untuk mengintai para musuh melalui sungai yang ada di bawahnya. Saat ini Menara Air telah dikelolan oleh PDAM.


 Masjid Al Falah
Jika kamu pernah mendengar istilah Masjid Seribu Tiang, maka masjid itu adalah Masjid Al Falah yang ada di Kota Jambi. Bangunan Masjid yang tidak mempunyai sekat dinding dan hanyalah tiang-tiang yang menjadikan Masjid Al Falah dikenal sebagai Masjid Seribu Tiang. Namun, tiang-tiang yang ada di Masjid Al Falah tidak berjumlah seribu, melainkan hanya berjumlah 276 tiang saja. Saksi bisu dari perjuangan Sultan Thaha Syaifudin melawan belanda adalah tanah yang saat ini menjadi tempat berdirinya Masjid Al Falah


 Kelenteng Hok Tek
Kelenteng yang berada Kampung Manggis, Kelurahan Cempaka Putih yang tidak jauh dari pusat kota Jambi merupakan kelenteng pertama yang ada di Jambi. Kelenteng yeng di bangun pada tahun 1800 menjadi bangunan bersejarah khususnya untuk pemeluk agama budha yang ada di bali. Dahulunya ketika akan melakukan pemugaran kelenteng ditemukan sebuah bangunan yang mirip candi disekitar kelenteng tersebut. karena hal tersebut saat ini kelenteng dialihfungsikan menjadi museum. Bangunan Bersejarah Di Jambi.