Rumah Adat Kalimantan Tengah dan Keterangannya

Kalimantan, sebuah pulau yang terletak di Utara Pulau Jawa dan di sebelah Barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan ini merupakan pulau terbesar ketiga di dunia yang dijuluki sebagai “Pulau Seribu Sungai.” Bukan tanpa alasan adanya julukan tersebut untuk Pulau Kalimantan. Semua berdasarkan pada adanya banyak sungai yang terdapat di Pulau Kalimantan ini. Beberapa tahun silam mungkin pernah terdengar perebutan pulau di Kalimantan. Hal itu terjadi karena Pulau Kalimantan ini 73% nya milik Indonesia, 26% milik Malaysia, dan 1% milik Brunei Darussalam. Kedua negara tersebut merupakan negara yang bertetangga dengan Indonesia.
Kalimantan Tengah, merupakan salah satu provinsi yang terdapat di Pulau Kalimantan dengan ibukota Palangkaraya. Provinsi Kalimantan Tengah ini didominasi oleh tiga suku bangsa, di antaranya: Dayak, Jawa, dan Banjar. Ketiga suku tersebut menyebar, yaitu Suku Dayak mendominasi di daerah pedalaman, Suku Jawa mendominasi di daerah transmigrasi, dan Suku Banjar mendominasi di daerah pesisir atau perkotaan. Berdasarkan dominasi daerah tersebut, dapat secara otomatis diartikan mana suku bangsa pribumi dan mana suku bangsa pendatang.


Berdasarkan presentase banyaknya suku bangsa yang tinggal di Kalimantan Tengah, dapat ditelusuri mengenai peninggalan rumah adat Kalimantan Tengah tersebut. Rumah adat Kalimantan Tengah ialah berupa rumah panggung yang dinamai sebagai Rumah Betang. Rumah Betang ini memiliki panjang sekitar 150 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 3 meter. Berdasarkan luasnya, Rumah Betang ini dapat menampung sekitar 10-15 keluarga yang kurang lebih beranggotakan 100-150 orang. Hidup dalam satu atap, tentu saja penghuni Rumah Betang ini memiliki rasa solidaritas yang tinggi.


Rumah adat Kalimantan Tengah atau disebut dengan Rumah Betang ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya:
· Ruang Pusat atau Poros, yaitu sebuah ruangan yang saat ini dikenal sebagai ruang tengah dalam sebuah rumah. Sama dengan ruang tengah, poros ini memiliki fungsi sebagai tempat berkumpulnya penghuni rumah untuk acara keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan aktivitas adat yang pada saat itu masih terasa sangat kental.
· Ruang Tidur yang disediakan untuk menampung sekian banyak jumlah anggota keluarga yang sudah disebutkan di atas. Ruangan tidur ini bisa ditujukan untuk pasangan suami istri, anak perempuan, dan anak laki-laki.
· Dapur, digunakan untuk mengolah makanan oleh para perempuan. Penduduk memiliki kepercayaan bahwa dapur yang berhadapan dengan sungai akan memperlancar datangnya rezeki pada pemilik rumah.
· Pante, ialah sebuah ruangan di luar rumah yang dimaksudkan sebagai tempat menjemur pakaian atau padi. Pante ini umumnya berupa lantai dari bambu, batang pinang, atau juga kayu bulatan seukuran pergelangan tangan.
· Serambi atau yang orang kenal sebagai teras rumah, merupakan tempat di mana keluarga bersantai.
· Sami, ialah ruangan yang ditujukan sebagai tempat menjamu tamu.
· Jungkar, ruangan tambahan di belakang bilik atau ruang tidur keluarga.

Dari sekian struktur Rumah Betang, terdapat filosofi, seperti arah menghadapnya rumah dari hulu dan ke hilir yang melambangkan falsafah hidup orang Dayak, hingga sampai dengan material atap dan dinding yang memiliki makna, tidak luput dari nilai atas rumah adat Kalimantan Tengah ini. Sedemikian kayanya budaya dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia. Bahkan rumah adat dari sebuah Provinsi dalam satu Pulau pun memiliki filosofi yang beragam. Memerhatikan keberagaman tersebut, tugas selanjutnya adalah melestarikan bukti kebudayaan tersebut.