Rumah Adat Suku Makassar

Jika Anda akan mempelajari hal – hal seputar daerah Makassar, maka tak lengkap rasanya bila Anda belum mengetahui rumah adat suku Makassar. Rumah adat dari suku Makassar ini memiliki bentuk panggung, maka tak heran bila rumah ini akan disebut sebagai Rumah Panngung. Rumah ini berbentuk panggung dengan tinggi setidaknya 3 m. Bangunannya yang berbentuk panggung semakin diperkuat dengan kayu berkualitas sehingga membuatnya akan tetap kokoh. Kayu – kayu ini ditata dengan cara sejajar secara rapi. Rumah Panjang in pun memiliki bentuk persegi panjang dengan diberi lima tiang penyangga pada bagian belakang serta samping. Hal ini akan berbeda bila rumah itu merupakan rumah suatu bangsawan, karena rumah untuk bangsawan akan memiliki tiang – tiang dengan jumlah yang lebih banyak.


Rumah yang Memiliki Nilai Filosofis

Rumah khas suku Makassar ini memiliki beberapa keunikan yang tidak dapat ditemukan pada rumah adat yang lain layaknya filosofis anatomi tubuh yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Hal ini merupakan salah satu bentuk perwujudan nilai estetis yang dianut oleh mereka dan dituangkan dalam pembuatan rumah adat yang satu ini. Secara lebih lanjut bentuk bangunan yang berbentuk persegi ini akan dianggap sebagai anatomi tubuh manusia dan mereka percayai pula sebagai Sulapak Appak atau alam semesta.

Bagian rumah ini dianggap menyerupai anatomi tubuh manusia yang terdiri atas tiga bagian tubuh, yaitu bagian bawah, bagian tengah, serta bagian yang atas. Bagian bawah dari rumah adat suku Makassar ini akan difungsikan untuk memelihara hewan ternak, menympan peralatan berladang, serta menyimpan peralatan yang akan digunakan untuk pekerjaan tertentu. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa dahulunya bagian ini digunakan sebagai tempat tinggal tawanan maupun budak. Bagian tengah merupakan bagian utama dari suatu rumah. Biasanya bagian tengah pun terbagi menjadi bagian belakang, tengah, serta bagian depan. Untuk bagian atasnya akan digunakan untuk menyimpan hasil panen maupun untuk menyimpan benda kerajinan seperti tikar dan lainnya. 

Terdapat Beberapa Ruangan 

Sedangkan secara lebih rinci terbagi lagi beberapa ruang untuk aktivitas yang berbeda – beda di dalam rumah adat ini. Seperti bagian Tambing, yang berbentuk layaknya lorong dan berada pada posisi rendah. Dego – dego, ruangan ini termasuk kecil dan berada di dekat tangga bagian depan yang dapat berfungsi untuk tempat bersantai. Selanjutnya ada Balla Palllu, nama lain dari ruang ini adalah dapur sehingga fungsi utamanya tentu untuk keperluan masak – memasak. Selain itu terdapat pula bagian Kale Balla yang menjadi ruangan utama pada bagian depan rumah sekaligus untuk menerima tamu. Tiap rumah juga akan dilengkapi dengan sumur yang terpisah pada bagian belakang rumah untuk kebutuhan mandi, cuci, serta kakus.



Masih Adanya Strata Sosial 

Masih terdapat adanya sistem stratifikasi sosial pada rumah adat yang satu ini yaitu berdasarkan bagian tertentu dari rumah adat ini akan mampu dijadikan penanda dari kelas sosial si pemilik rumah. Hal ini dapat diamati dengan adanya susunan timba silla yang keluarga itu miliki, semakin banyak timba silla maka semakin tinggi pula strata sosial yang ia miliki. Ada 5 jenis timba silla yang dapat dijadikan pertanda strata sosial tadi. Yaitu timba silla jenis lima susun, empat susu, tiga susun, dua susun, serta satu susun.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang rumah adat suku Makassar.