Menelitik Rumah Adat Betawi dan Penjelasannya

Rumah adat Betawi dan penjelasannya, mempunyai filosofis dan keunikan yang tidak kalah menarik untuk dibahas. Rumah adat betami ini seringkali disebut rumah kebaya. Jika dilihat dari samping, rumah ini mempunyai lipatan-lipatan layyaknya seperti kain kebaya. Dan kain tradisional betawi ini identik dengan kain kebaya yang sering digunakan oleh para perempuan betawi dalam momen acara resmi atau upacara adat. Uniknya, rumah adat betawi mempunyai teras yang luas dilengkapi meja dan kursi untuk menjamu para tamu yang datang untuk hanya sekedar bercengkrama. Filosofisnya, orang betawi juga terlihat lebih terbuka dan dapat cepat menerima orang baru. Sifat pluralistik dan menerima segala perbedaan sekitarnya adalah jati diri mereka.


Nah, pagar yang ada disekitar rumah mereka mempunyai filosofi yaitu orang betawi membatasi diri mereka dengan dari hal-hal negatif khususnya keagamaan. Hal ini serupa dengan banyaknya orang luar yang datang ke kampung mereka dengan membawa segala macam keyakinan dan dapat di filter berdasarkan keyakinan agama.


Konstruksi Rumah

Pondasi rumah adat betawi ini berasal dari batu alam yang disusun dan dibentuk seperti umpak. Umpak adalah alas tiang-tiang yang terbuat dari batu sendi. Pondasi ini menyangga tiang-tiang untuk mengokohkan pondasi rumah. Pondasinyapun juga bertahan lama dan tidak mudah keropos dan rusak.

Atap rumah adat betawi terbuat dari material genteng tanah atau anyaman dari daun kirai yang dibentuk menyerupai pelana dan dimiringkan dibagian depannya dengan sangat rendah.
Pendopo rumah adat betawi sengaja dibuat lebih luas untuk menjamu tamu yang datang dari luar dan tempat ini biasanya dibuat untuk bersantai-santaii di rumah. Bagian rumah teras dan luar dipisah membentuk segitiga simetris dengan susunan pagar kayu.
Kontruksi gording dan kuda-kuda ini adalah alat yang dihunakan untuk menahan genteng di bagian atapnya. Bahan material yang dibuat yaitu memakai kayu gowok dan kayu kecapi. Balok tepi terbat dari material kayu nangka.

Kaso dan Reng merupakan tempat duduk panjang yang bisa digunakan untuk tidur yang biasa disebut dipan. Material yang digunakan dalam pembuatannya adalah bambu utuh. Dan rengnya terbuat dari bambu yang dibelah menjadi empat bagian.
Dinding pintu dan jendela terbuat dari anyaman bambu. Namun saat ini sudah banyak yang sudah menggunakan semen. Pintu dan jendela sengaja dibuat lebar dengan lubang fentilasi yang disusun horizontal. Ia mempunyai istilah pintu jalusi

Pembagian Tata Ruang

Rumah kebaya atau rumah adatbetawi ini mempunyai fungsi di setiap ruangan yang ia bentuk.
1.    Teras depan yang digunakan untuk menjamu para tamu dan biasanya setiap hari akan dibersihkan untuk menghormati para tamu yang datang. Ini adalah contoh adat istiadat yang bagus dan perlu dicontoh di zaman sekarang ini.
2.    Ruang tidurnya berjumlah empat kamar atau lebih. Ruangan tidur utama mempunyai ukuran yang lebih besar dan khusus untuk pemilik rumah. Sisanya untuk sanak keluarga dan tamu yang menginap di rumah. Dan ruangan ini biasanya juga bisa dipakai untuk beribadah jika ada tamu yang menginap dirumah
3.    Pangkeng (ruang keluarga) yang digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Dan kegiatan bersantai dan senda gurau ini digunakan dimalam hari saat sehabis maghrib
4.    Srondoyan (Dapur) yang berada dibagian belakang rumah dan menyatu dengan ruang makan. Orang betawi juga akan selalu bersama-sama waktu makan.
Uniknya rumah adat betawi dan penjelasannya diharapkan menambahkan rasa cinta kita pada Indonesia dan seisinya. Jangan pernah melupakan adat istiadat dan dari mana kita berasal.