Uniknya Rumah Adat Banten dan Penjelasannya

Kali ini penulis akan menilik keunikan Rumah Adat Banten dan Penjelasannya. Ruman adat banten biasanya sering disebut rumah adat suku baduy. Rumah ini sudah jarang kita temui di zaman modern seperti ini, dikarenakan rumah ini terbilang masih tradisional. Namun, kita dapat menemuinya di sebuah tempat yang cukup terpencil dan sudah jauh dari perkotaan, bahkan bisa dibilang sudah tidak tersentuh zaman modern seperti ini. Pemukimannya terletak di kaki gunung Kendeng Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Rangkasbitung, Banten dan hanya berjarak 40 km dari kota Rangkasbitung. Rumah ini mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri dari rumah-rumah modern zaman sekarang. Dulunya mereka membangun rumah ini karena mereka hanya ingin berlindung dari gangguan alam dan binatang buas.




Struktur Rumah Adat Banten
Rumah ini dibuat dari bahan material yang terbuat murni dari alam. Pondasi utama rumah ini terbuat dari bambu dan bahan-bahan lainnya seperti batu, daun, jerami dijadikan sebagai pelengkap rumah ini.
Atapnyapun dibagi menajdi kanan dan kiri dan dibuat lebih panjang dari yang kanan. Alasannya yaitu agar ruangan dalam rumah bisa dibuat lebih luas ketika ada sanak keluarga mereka yang bertambah. Dan alasan yang kedua yaitu dapat menahan air hujan yang turun karena rumah dan atap ini hanya terbuat dari bambu.
Rumah ini juga memakai batu sebagai alas pondasi rumah. Batu yang digunakan adalah batu datar yang berukuran besar sehingga dapat dipendam di dalam tanah. Karena jika kita ketahui kayu yang langsung bersentuhan dengan tanah sangat cepat lapuk dan tidak bertahan lama. Kayu tersebut akan keropos. Tiang rumahnya pun terbuat dari kayu balok yang berukuran besar. Karena kayu ini dapat menahan pondasi rumah itu sendiri. bahan kayunyapun bisa dibuat dari kayu jati, akasia, atau mahoni. Tiang kayu rumah ini dapat menopang rangka dan lantai sekaligus.
Nah, sedangka untuk menahan air hujan rumah ini menggunakan jerami atau pohon kelapa yang dikeringkan dan bisa juga menggunakan ijuk.

Tanpa Jendela
Rumah adat Banten juga tidak mempunyai jendela. Namun, ia mempunyai sirkulasi udara yang ia lubangi pada sisi lantai rumah yang disebut palupuh. Rumah ini terbuat dari bambu, jadi tidak sulit untuk sekedar melubanginya saja. Anda juga tak perlu khawatir, meskipun rumah ini tidak mempunyai sirkulasi udara dari jendela, namun ia mempunyai sirkulasi udara dari sisi lain. Udaranyapun juga terasa lebih nyaman dan segar.

Pembagian Ruangan
Desain rumah adat sunda Nyanda yang terletak di Banten Barat ini masih digunakan sebagai rumah hunian. 
Rumah khas Banten ini juga terbagi menjadi beberapa ruangan :
1. Sosoro, yaitu depan rumah. Ruangan ini disebut juga dengan teras rumah. Biasanya tempat ini digunakan jika ada tamu dari luar. Berdasarkan kepercayaan orang baduy, tamu yang datang dari luar akan selalu membawa pengaruh buruk. Sehingga para tamu tidak diperkenankan sampai masuk pada ruang tengah rumah ini. karena menurutnya ruangan yang cocok dan netral untuk tamu adalah di depan rumah atau serambi. Namun, jika ada tamu yang ini menginap atau bermalam ditempat ini, maka akan dibawa dan diperbolehkan menginap di rumah kepala adat.
Sisi lain dari sosoro ini, ruangan ini juga merupakan tempat berakrifitas para perempuan di sore hari seperti menenun dan lain-lain.
2.  Tepas, ruangan merupakan ruang untuk beristirahat keluarga dan tempat untuk pertemuan keluarga
3.   Ipah, ruangan ini terletak di bagian belakang rumah yang biasanya digunakan untuk menyimpan makanan, memasak dan lain-lain layaknya dapur rumah.
Rumah adat Banten ini mempunyai kepercayaan yang unik dan rumah ini juga dianggap mempunyai ciri khas dan jati diri orang yang hidup dilingkungan ini. Semoga ulasan tentang rumah adat Banten dan penjelasannya ini mempunyai manfaat dan kita sebagai generasi modern tidak melupakan hal-hal tradisional dan sejarah masa lalu.