Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda : Menjelajahi Hutan dan Wisata Sejarah

Anda yang ingin jauh dari hiruk-pikuk kota Bandung bisa mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda. Sesuai dengan namanya, tempat ini didominasi oleh pohon-pohon menjulang dengan udara yang masih sejuk. Maka tidak heran kalau banyak orang yang memilih taman hutan ini untuk menjernihkan pikiran. Disebut juga sebagai Tahura, Anda juga bisa menemukan banyak fasilitas lain selain menjelajahi hutan. Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Destinasi Wisata di Tahura

Taman hutan seluas 600 hektar ini terletak di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 99, Dago Pakar, Bandung. Tempat ini juga terletak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Cicadas dan Kecamatan Lembang. Selain lewat Dago, Anda juga bisa mengakses pintu masuknya lewat pintu IV di Lembang. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari pintu masuk Lembang ke pintu masuk Dago maupun sebaliknya. Sepanjang jalur tadi, Anda akan menemukan banyak destinasi menarik di Tahura.

Anda akan segera bertemu dengan Curug Omas kalau mengakses Tahura dari pintu masuk Lembang. Untuk menempuhnya, Anda bisa berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek motor di tempat ini. Lantas, Anda akan mendapati sebuah jembatan yang dipulas dengan cat warna merah. Dari jembatan tadi, Anda akan menyaksikan air terjun setinggi 30 meter yang merupakan curahan dari Sungai Cikapundung. Air terjun inilah yang disebut sebagai Curug Omas.

Jika Anda ingin mandi, ada pemandian air panas Maribaya yang letaknya dekat dari Curug Omas. Salah satu tempat wisata di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda ini mempunyai kolam berendam dan kamar mandi tertutup. Maribaya sudah dikenal dengan pemandian air panasnya, bahkan sebelum ada Ciater. Sebab, Maribaya sudah ada sejak zaman Belanda dan terkenal sampai sekarang.

Wisata Sejarah dan Uji Nyali di Tahura

Anda suka sejarah? Jangan lewatkan Gua Jepang dan Gua Belanda yang menjadi tempat wisata favorit di Tahura. Sesuai dengan namanya, kedua gua ini dibangun selama masa penjajahan dari dua negara tersebut. Belanda membangun gua tersebut untuk membuat pembangkit listrik tenaga air pertama di Tanah Air. Sedangkan Jepang membangunnya sebagai tempat pertahanan mereka. Jepang konon menggunakan tenaga kerja asal pribumi untuk membuat gua tadi dan tak sedikit korban yang tewas.

Gua ini sempat terlantar setelah Jepang meninggalkan Indonesia. Setelah ditemukan kembali pada  1965, tempat ini lantas dijadikan objek wisata. Suasana mistis dan mencekam dari masa lalu tak jarang membuat para pengunjung merinding. Anda yang senang menantang nyali bisa menjelajahinya dengan menyewa senter.

Harga Tiket dan Akomodasi ke Tahura

Biaya masuk ke Tahura cukup terjangkau, yakni Rp 7,500 (belum termasuk tiket masuk ke objek wisata). Anda yang membawa kendaraan akan dikenakan tarif parkir sebesar Rp 5,000 (motor) dan Rp 10,000 (mobil). Ada juga biaya asuransi sebesar Rp 500. Di Gua Jepang dan Belanda, senter disewakan dengan harga Rp 4,000 per buah dan ada jasa pemandu sebesar Rp 25,000 per guide.

Selain Lembang, Anda bisa mengakses Taman hutan raya ir. h. juanda lewat terminal Dago, Ciumbuleuit, dan Punclut. Anda bisa pergi dengan kendaraan pribadi, taksi, atau angkot jurusan Dago – Caringin. Jika menggunakan angkot, Anda harus turun di Jalan Dago Pakar Barat dan melanjutkannya dengan ojek motor sejauh 1,5 kilometer sebelum sampai di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda.

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda