Memasang Batu Palimanan Putih

Batu palimanan putih atau white palimo adalah jenis lain dari batu palimanan yang kini banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Jenis lain dari batu palimanan adalah batu palimanan kuning atau cream palimo. Dengan semakin banyaknya bangunan yang ingin mengadopsi unsur alam ke dalam arsitektur membuat bahan bebatuan menjadi komoditas yang penting. Ada bebatuan marmer, andesit, koral, paras dan tentu saja palimanan ini. Batuan yang proses terbentuknya dari bantuan alam ini dinilai selain memiliki kesan natural juga punya nilai estetika tersendiri. Tidak heran jika ternyata batuan alam seperti palimanan ini banyak diincar meskipun memiliki harga jual yang cukup mahal.

Karakteristik batu palimanan putih

Batu palimanan putih ini memiliki tekstur yang lebih lembut ketimbang batu palimanan kuning. Namun untuk density batu ini justru lebih keras. Batu palimanan sendiri termasuk dalan sandstone atau batuan pasir yang mengendap selama jutaan tahun sehingga terbentuklah batu palimanan dengan kandungan zat hara dan kapur. Karena banyak ditemukan di derah Cirebon, tepatnya di daerah palimanan sehingga batu ini dinamai sesuai dengan tempat ditemukannya. Warna white palimo ini putih cenderung keabu-abuan dan memiliki permukaan berpori. Sehingga jika memasang batuan ini harus segera dilakukan finishing pelapisan agar tidak mudah berlumut.

Baik batu palimanan putih ataupun kuning sama-samam bisa di potong untuk ukuran berapapun, namun yang standar adalah potongan 60 x 60 cm. Batu palimanan putih juga cocok untuk aksen eksterior dan interior, walaupun untuk interior harus sangat diperhatikan perawatannya. Warnanya yang putih keabu-abuan akan memberikan kesan dingin pada ruangan, sehingga cocok jika diaplikasikan untuk lapisan dinding atau lantai pada bagian ruang tamu.

Tips memasang batu palimanan putih

Bentuk batu palimanan, baik yang berwarna kuning ataupun putih, umumnya terbagi menjadi 2 yaitu bentuk rata alam (RTA) dan rata mesin (RTM). Untuk batu palimanan putih rata alam biasanya digunakan sebagai lapisan dinding. Namun untuk memasang batu ini harus memperhatikan beberapa hal berikut :
 Untuk memasang batu palimanan putih rata alam maka sebisa mungkin bidang dinding harus berukuran luas. Terlebih pemasangan dengan pola random, minimal dinding yang dipakai memiliki luas 20 meter2
 Batu palimanan putih yang mengandung kapur akan lebih mudah menempel jika dindingnya sudah dibersihkan dari lapisan semen ataupun cat. Batu ini justru sulit menempel jika media dindingnya terlalu halus
 Ketika proses pemasangan jangan lupa untuk menyiapkan semen, air dan pasir. Untuk batu palimanan putihnya sendiri siapkan yang model setengah jadi atau yang belum disiku, ini untuk memberi efek random yang ingin diciptakan
 Untuk memasang batu palimanan putih ini usahakan dari bagian bawah. Sebagai tips usahkan juga untuk memasang dari sisi yang tegak lurus dengan dinding atau bagian pinggirnya. Karena pemasangan random ini jadi lebih baik rapikan dulu potongan untuk bagian pinggirnya baru mulai berkreasi untuk bagian tengahnya. Gunakan gerindra untuk memotong batu sesuai model yang diinginkan
 Pada bagian finishingnya gunakan coating atau lapisan agar dinding tidak mudah kotor atau berlumut

Pola random pada dinding rumah tentu memberikan nilai seni tersendiri. Selain cocok untuk rumah bertipe minimalis, batu palimanan putih ini juga bisa diaplikasikan pada jenis rumah lainnya. Namun tetap harus diperhatikan kebersihan dari batu alam ini, terutama dengan corak warna putih yang kentara sekali jika ada noda atau kotorannya. Gunakan pembersih yang cocok agar tidak merusak permukaan dari batu palimanan putih.

Berikut dibawah ini adalah gambar batu palimanan putih dan contoh aplikasinya yang dapat direplika di properti anda,






0 Response to "Memasang Batu Palimanan Putih"