Mengapa Gaji Arsitek Sama Dengan Desainer

 Para arsitek Indonesia gemas dengan tidak kunjung selesainya pengakuan formal bagi para arsitek yang masih berupa rancangan Undang-undang (RUU) arsitek yang sampai saat ini masih belum selesai dibahas DPR. Hal ini tersirat dari pernyataan Ketua IKatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta  yaitu Steve J manahampi belum lama ini di Kelapa Gading Jakarta Utara. Steve mengemukakan bahwa di Indonesia belum adanya sertifikasi (arsitek) yang jelas, jadi bagi para lulusan jurusan arsitektur tersebut belum bisa langsung mengatakan 'saya arsitek'.

Steve menambahkan, jika di negara lain seseorang lulusan arsitek tidak dapat dengan mudah menyebut dirinya arsitek karena jika terbukti tidak mempunyai sertifikat akan mendapat sangsi yang cukup berat. Berkebalikan dengan kondisi di Indonesia yang dengan mudah memproklamirkan diri sebagai seorang arsitek. Itulah mengapa IAI membutuhkan sebuah payung hukum yang terangkum dalam rancangan Undang-Undang Arsitek. Dengan adanya UU arsitek tersebut, dikemudian har akan jelas siapa-siapa yang berhak mendapatkan predikat arsitek serta tanggung jawab yang menjadi kewajibannya serta standar gaji minimal dan maksimal yang akan didapatkan.

Akibat dari belum adanya peraturan Sertifikasi yang menjadi prasarat yang harus dimiliki oleh seorang Arsitek Indonesia, mereka yang bekerja diluar negeri harus rela digaji sebagai seorang desainer. Dari segi tingkatan gaji, pendapatan seorang desainer lebih rendah dari seorang arsitek. Harapan Steve pemerintah melalui DPR segera mengesahkan UU arsitek tersebut sesegera mungkin sehingga status seorang arsitek dapat di akui di tataran luar negeri maupun dalam negari.
Contoh desain rumah minimalis modern.




0 Response to "Mengapa Gaji Arsitek Sama Dengan Desainer"